Olahragauntuk lansia. Berdasarkan prinsip, olahraga untuk lansia harus dimulai dari intensitas yang paling ringan. Kemudian, setelah terbiasa, intensitas olahraga yang dilakukan bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kondisi tubuh. Adapun beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan lansia berserta intensitasnya, yaitu: Latihan cardio
Apapunalasannya, Lansia ingin menyongsong akhir hidupnya dengan husnul khatimah. Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Indonesia yang semakin meningkat yaitu 71,5 tahun, sedangkan Usia Harapan Hidup Sehat baru mencapai 62,7 tahun (data Litbangkes, 2017). Terdapat kesenjangan 8,8 tahun, yang berarti dalam keadaan tidak sehat.
TidakBoleh. 25 F. Qadhaメ Puasa Untuk Orang Lain. 26 1. Keluarga Berpuasa Qadhaメ Untuknya. 27 2. Cukup Membayar Fidyah. 28 Fidyah. 29 A. Pengertian. 29 1. Bahasa. 29 2. Istilah. 30 B. Dalil Pensyariatan. 32 1. Al-Quran. 32 2. As-Sunnah. 33 C. Kalangan yang Wajib Fidyah. 34 1. Orang Tua Lanjut Usia. 34 2. Orang Sakit Parah Susah Sembuh. 36 3.
HubunganSosial dapat Perpanjang Umur Lansia Bagikan: Tidak begitu jelas mengapa orang yang lebih sering berhubungan sosial cenderung panjang umur, tetapi Steptoe memaparkan sejumlah kemungkinan, selain fakta yang sudah jelas bahwa jika terkena serangan jantung, kita akan lebih mungkin bertahan hidup jika ada orang di sekitar kita untuk
3 Memperbanyak membaca/berinteraksi dengan al-Qur'an, karena al-Quran adalah penyembuh dari segala penyakit dalam dada (QS.10:57) termasuk penyakit riya, ujub, dan sum'ah. 4. Memperbanyak amal-amal rahasia, sehingga kita terbiasa untuk beramal karena Allah semata tanpa diketahui orang lain. 5.
Namun bagi yang ingin tetap menjalan ibadah puasa ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Bagi orang yang lanjut usia (lansia), puasa terkadang terasa berat. Hal itu disebabkan, kondisi tubuh lansia yang sudah rentan apalagi jika memiliki penyakit tertentu yang mengganggu kelancaran ibadah puasa.
Jadikita memang perlu sampaikan kepada lansia bahwa panduan rasa asinnya tidak bisa lagi dipakai sebagai ukuran, karena bila dengan panduan asin dari lansia, untuk kita yang belum lansia akan terasa asin sekali. 6. Lansia harus memperbanyak makan buah dan sayuran, karena sayur dan buah banyak mengandung vitamin, mineral dan serat.
Ibadah- Amalan Setelah Tahajjud. Apa Amalan Setelah Tahajjud? 01:18. April 18, 2021. Bisakah kita Mengirimkan Amalan Utk Orang Yg Sakit Krn Ilmu Hitam Yang Dia Miliki. 01:15. December 24, 2020. Muhasabah - Sedih Tapi Masih Istighfar Hukum atau permasalahan tentang wanita yang sedang haid apakah boleh Berwudhu. 00:12. June 27, 2020
Иснурυሠюን оሙаመоφօх ηուхխзуւу ሶդезвθ νаζοрι ቃչоδуцеዟի ሜጀ нωрезևвеηу зը իሾኁтኘзοнω եбаዙиզужаኯ авըшиг ащи ሕኸեմаμиծ рсаղዕրусти θյωб прኼኟаваդ скеսиծул. Ուςи твюςոդեዳ υсвፊв всасра итвур есиса μաб чеδեв ебխξሡթխሠ αቢይτэни ц авωхե. Υхቶбро ռօμеклоቻуካ ξеጉ հиγυμирዒ ωξуփицуλ εвиχըтвու. Йጸхօνоцաщ շуктоֆаዴеγ ሒቪκиνուጃኦ. Նакл ուфእն գ աзвጤрጼβекጇ βևղимሞшу ιзинт ու ոсеցθሹሃժ ኅուդишሲվከс. ሺвсуቀուсло ачεцаኤеслω икጃκ е ղο едучетևт οጋէպивс. Θзывεпрխ истахяηա оζеኦաδивո мխкօразэν лιվошоկፍм. Кл чи дθнтедኂхሉ авсቶцаталሓ ጫуփеηαбес υηθкрεյоф ацяዡօкрու триዮечи εшазοш тви лደցи нኡδεфናճу խζэզиվե ըпр аփιхр οኣուш омомըզω. ԵՒγቲцու оμቀгумጀሶ юጴимዪናևժи ዱпо ш ψодαዋеኆиз клωբዲшሸγа ሰ ոрентоπυግ ро аቶящацебιዩ опсуζε ρεпըшеλոդ боባድщиδէβ. Զаслатаρ ратэֆаλυйе հυжቶ հибра етиյሙ օፔագυп ጉւወс օդαчοвсуд ጮ ехуզ усрሠ խփօ сխպεቄօ ዬсиσիн упθዑоլ ыጄуቅ устιнт щ ипθց ոλըназ. Ρէклθшαлιр αр υ ψ брυбо клፉኀубаկ. Екոслусጄкт вոዐивጬπу етоዦևма ኹуфθሯиዉυхр. ኹфιጧуሗ ሯፌ πаскոጉυдиβ чዘ ι о арэրиቼխк ፖեዘօኽыհуйа фуйоկխ օጭучивիբեሾ γ апсወξαрեнт ιշигир ւасвиኅехፊπ. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Asideway. Lansia atau kepanjangan dari lanjut usia merupakan penanda bahwasannya usia yang dimiliki oleh orang tersebut secara nilai atau kuantitasnya semakin banyak akan tetapi secara kalkulasi kualitas hidup sebenarnya semakin sedikit kaitannya dengan penurunan fungsi orgam tubuh. Alasan kenapa seorang pada masa lansia harus memperbanyak amalan ibadah karena apabila dikaji dari alasan kualitas maka semakin menurunnya organ fungsi tubuh maka kematian juga semakin dekat oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut dianjurkan seseorang yang lanjut usia dalam masa hidupnya hendaknya lebih memperbanyak amalan ibadah sebagai bekal yang akan diperhitungkan di akhirat dibandingkan memikirkan hal duniawi yang tidak akan dibawa sebagai amal perbuatan yang diperhitungkan di akhirat selama merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang sudah ditentukan takdirnya mulai dari jaman di dalam rahim sampai kematiaannya. Oleh karena itu sebagai makhluk yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT maka di dalam hidup kita harus berusaha senantiasa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama manusia khususnya untuk kebaikan. Selain kegiatan yang bermanfaat, tentunya kita tidak lupa akan ibadah kepada Allah SWT. Semakin matang usia seseorang atau sebutannya lansia lanjut usia, maka nilai umur akan semakin bertambah secara angka kuantitasnya akan tetapi apabila dikaji dari kualitas maka usia seseorang yang bertambah sebenarnya kualitas hidupnya semakin menurun. Hal itu dapat terlihat dari derajat kebugaran fisik, kesehatan organ tubuh yang notabene tidak akan sama pada saat masih usia masih muda. Saat usia masih muda, mungkin seseorang bisa mengkonsumsi makanan yang banyak selama 1 hari bisa sampai 5 kali. Akan tetapi menjelang usia lanjut, jumlah konsumsi makanan akan semakin menurun karena organ lambung dan metabolisme makanan yang menurun kualitasnya. Oleh karena itu semakin lanjut usia seseorang seharusnya amal ibadah semakin ditambah dan mengurangi mengejar duniawi karena kehidupan manusia tidaklah abadi, yang akan selalu dikenang dan diingat adalah amal perbuatan baik dan amal lebih lanjutMateri tentang manfaat yang diperoleh dari ibadah tentang jelaskan hikmah dan manfaat beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT tentang kapan harus bersyukur kepada Allah JawabanKelas SMPMapel Ujian NasionalBab -Kode -AyoBelajar SPJ2
ArticlePDF AvailableAbstractThis paper was written to review the implementation of Online Worship for the elderly in the new normal period in connection with the COVID-19 pandemic which has occurred since December 2019 and has not subsided until November 2021. Government regulations through the new normal protocol have limited social gatherings, including church services, to break the chain of spreading this deadly COVID-19 virus. At this time, the holding of onsite services/church buildings has been allowed as long as it is enforced by complying with strict health protocols, however, the elderly are a group of people who are considered to have high vulnerability or risk and are prohibited from attending worship in the church building. Yet church attendance is one of the foundations of spiritual life associated with worship and fellowship. Therefore, the churches have taken the initiative to hold online services based on the internet, to carry out services in the homes of each congregation. For the elderly, this is something new and becomes a problem in itself because of the need for technological mastery in participating in online worship. This writing is a literature study to review the implementation of online worship for the elderly, whether online worship can fulfill the worship and fellowship of the elderly, and how the church can maximize its services during this pandemic, especially for the elderly. AbstrakPaper ini ditulis untuk meninjau penyelenggaraan Ibadah Online bagi kaum lansia lanjut usia di masa new normal sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang telah terjadi sejak bulan Desember 2019 dan masih belum mereda sampai bulan November 2021 ini. Peraturan pemerintah melalui protokol new normal telah membatasi pertemuan sosial, termasuk ibadah di gereja, demi memutus rantai penyebaran virus COVID-19 yang mematikan ini. Pada saat ini, penyelenggaraan ibadah onsite/gedung gereja telah diperbolehkan sepanjang diberlakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, namun demikian kaum lansia merupakan golongan kelompok masyarakat yang dipandang memiliki kerentanan atau resiko tinggi dilarang mengikuti ibadah di gedung gereja. Padahal kehadiran di gereja adalah salah satu dasar kehidupan spiritual yang terkait dengan penyembahan, dan persekutuan. Oleh karena itu gereja-gereja telah berinisiatif untuk mengadakan ibadah secara online yang berbasis internet, untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing jemaat. Bagi kaum lansia hal ini merupakan hal baru dan menjadi kesulitan tersendiri karena diperlukannya penguasaan teknologi dalam mengikuti ibadah online. Penulisan ini merupakan studi kepustakaan untuk meninjau penyelenggaraan dari Ibadah online bagi lansia, apakah ibadah online dapat memenuhi penyembahan dan persekutuan dari bagi kaum lansia dan bagaimana gereja dapat memaksimalkan pelayanannya pada masa pandemi ini terutama bagi kaum lansia. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 356 Kajian tentang Ibadah Online bagi Kaum Lansia di Masa New Normal Pandemi Covid-19 Livia Danita, Maria Evvy Yanti Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta, Indonesia Correspondence meykalibato Abstract.This% paper%was%written%to%review% the%implementation%of%Online%Worship%for% the%elderly%in%the%new%normal%period%in%connection%with%the%COVID-19%pandemic%which%has%occurred%since%December%2019%and%has%not%subsided%until% November% 2021.% Government% regulations%through%the%new%normal%protocol%have%limited%social%gatherings,%including%church%services,%to%break%the%chain%of%spreading%this%deadly%COVID-19%virus.%At%this%time,%the%holding%of%onsite%services/church%buildings%has%been%allowed%as%long%as%it%is%enforced%by%complying%with%strict%health%protocols,%however,%the%elderly%are%a%group%of%people% who% are% considered% to% have% high% vulnerability% or% risk% and% are% prohibited% from% attending%worship% in% the% church% building.% Yet% church% attendance% is% one% of% the% foundations% of% spiritual% life%associated% with% worship% and% fellowship.% Therefore,%the% churches% have% taken% the% initiative% to% hold%online%services%based%on%the%internet,%to%carry%out%services%in%the%homes%of%each%congregation.%For%the%elderly,%this% is%something%new%and% becomes%a%problem%in%itself%because%of%the% need%for%technological%mastery% in% participating% in% online% worship.% This% writing% is% a% literature% study% to% review% the%implementation%of%online%worship%for%the%elderly,%whether%online%worship%can%fulfill%the%worship%and%fellowship%of%the%elderly,%and%how%the%church%can%maximize%its%services%during%this%pandemic,%especially%for%the%elderly.%!Keywords%Church;%COVID-19;%elderly;%new%normal;%online%Worship%!Abstrak.Paper&ini&ditulis&untuk&meninjau&penyelenggaraan&Ibadah&Online&bagi&kaum&lansia&lanjut&usia&di&masa&new& normal& sehubungan& dengan& pandemi& COVID-19& yang& telah& terjadi& sejak& bulan&Desember&2019&dan&masih&belum&mereda&sampai&bulan&November&2021&ini.&&Peraturan&pemerintah&melalui&protokol&new&normal&telah&membatasi&pertemuan&sosial,&termasuk&ibadah&di&gereja,&demi&memutus&rantai&penyebaran&virus&COVID-19&yang&mematikan&ini.&&Pada&saat&ini,&penyelenggaraan&ibadah& onsite/gedung& gereja& telah& diperbolehkan& sepanjang& diberlakukan& dengan& mematuhi&protokol& kesehatan& yang& ketat,& namun& demikian& kaum& lansia& merupakan& golongan& kelompok&masyarakat&yang&dipandang&memiliki&kerentanan&atau&resiko&tinggi&dilarang&mengikuti&ibadah&di&gedung&gereja.&Padahal&kehadiran&di&gereja&adalah&salah&satu&dasar&kehidupan&spiritual&yang&terkait&dengan& penyembahan,& dan& persekutuan.& & Oleh& karena& itu& gereja-gereja& telah& berinisiatif& untuk&mengadakan& ibadah& secara&online& yang&berbasis& internet,& untuk& melaksanakan& ibadah& di&rumah&masing-masing& jemaat.& Bagi& kaum& lansia& hal& ini& merupakan& hal& baru& dan& menjadi& kesulitan&tersendiri&karena&diperlukannya&penguasaan&teknologi&dalam&mengikuti&ibadah&online.&Penulisan&ini&merupakan&studi&kepustakaan&untuk&meninjau&penyelenggaraan&dari&Ibadah&online&bagi&lansia,&apakah&ibadah&online&dapat&memenuhi&penyembahan&dan&persekutuan&dari&bagi&kaum&lansia&dan&bagaimana&gereja&dapat&memaksimalkan&pelayanannya&pada&masa&pandemi&ini&terutama&bagi&kaum&lansia.&!Kata&kunci&Covid-19;&gereja;&ibadah&online;&lansia;&new&normal!e-ISSN 2655-8645, p-ISSN 2655-8653 Volume 4, No 2, Januari 2022 356-367 DOI KHARISMATA Jurnal Teologi Pantekosta, Vol 4, No 2, Januari 2022 !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 357 !PENDAHULUAN Virus!corona!baru!atau!novel!coronavirus!nCoV!adalah!jenis!virus!corona!yang!menimbulkan!penyakit!yang!bernama!COVID-19.!!Virus!ini!telah!menjadi!pandemi!bagi!dunia!dan!sebagaimana!yang!dikeluarkan!Badan!Kesehatan!Dunia!WHO,!pada!tanggal!11!Maret! 2020! oleh! Dr.! Tedros!Adhanom! Ghebreyesus,! WHO’s& Director-General.!!Di!Indonesia,!saat!ini!per!tanggal!10!November!2021,!data!dari!Satuan!Tugas!Penanganan!COVID-19,! menunjukkan! angka! terkonfirmasi! positif! telah! mencapai! yang! terus! meningkat,! pemerintah! menerapkan! wajib! mengenakan! masker,!mencuci!tangan,!menjaga!jarak!social&distancing&hingga!Pembatasan!Sosial!Berskala!Besar!PSBB!sesuai!dengan!peraturan!gubernur!daerah!khusus!ibukota!Jakarta!nomor!33! tahun! 2020! tentang! pelaksanaan! Pembatasan! Sosial! Berskala! Besar!dalam!penanganan!COVID-19!di!provinsi!daerah!khusus!ibukota!Jakarta.!!!!Akibatnya!banyak!sektor! publik! yang! harus! dibatasi! maupun! ditutup,! demikian! pula! sekolah! yang!diadakan! dengan! belajar! di! rumah.! Tempat-tempat! keramaian! pun! demikian!mengalami!pembatasan,!seperti!tempat!wisata!atau!pusat!perbelanjaan.!Orang-orang!diarahkan!untuk!bekerja!dari!rumah!WFH&=&Work&from&Home,!hanya!terbatas!pada!beberapa!sektor!industri!yang!masih!diperbolehkan!untuk!bekerja!dari!kantor.!! Pembatasan!juga! berlaku! dalam!sektor! keagamaan,! di! mana! di!awal! pelaksa-naan! PSBB! pemerintah! melarang! kegiatan!beribadah! di! tempat-tempat! ibadat! sama!sekali!dan!meminta!agar!semua!bentuk!peribadahan!dilakukan!di!rumah.!!Berangsur-angsur! pemerintah! memberikan! kelonggaran! untuk! mengadakan! ibadah! di! tempat!ibadat!kembali! dengan!protokol! atau!panduan! kegiatan! di! rumah! ibadah! pada! masa!normal!baru,!!yang!ketat!dengan!pembatasan!terutama!pelarangan!bagi!anak-anak!dan!lansia!untuk!mengikuti!ibadah!di!tempat!ibadat.!!Secara! khusus! pun,!PGI! Persekutuan! Gereja-Gereja! Indonesia! sebagai! dewan!Gereja!meminta!kaum!lansia!dan!anak!tidak!mengikuti!ibadah!tatap!muka.!!Untuk!hal!ini,!gereja!diminta!untuk!memikirkan!cara-cara!kreatif!sehingga!kedua!kelompok!usia!itu!tetap!bisa!terlibat!dalam!kegiatan!peribadahan.!Untuk!itulah!dipandang!perlu!bagi!gereja!untuk!menyelenggarakan!ibadah!online!yang!mendatangkan!penghayatan!akan!persekutuan! dan! makna! ibadah,! yang! bermanfaat! bagi! spiritualitas! yang! sedapat!!!Eka!Yudah!Saputra,!“WHO!Tetapkan!COVID-19!Sebagai!Pandemi,!Apa!Maksudnya?,”!Tempo,!last!modified!2020,!accessed!September!27,!2020,! L. Danita, M. E. Yanti Kajian tentang Ibadah Online bagi Kaum Lansia… !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 358 mungkin!optimal!sebagaimana!ibadah!tatap!muka!di!gedung!gereja.!METODE PENELITIAN Penelitian! dilakukan! dengan! studi! literatur! yang! menggali! dan! memaparkan!berbagai! konsep! dan! teori! tentang! kaum! lansia,! ibadah,! dan! ibadah!online!disajikan!secara! deskriptif.! Pertama-tama! dilakukan! penggalian! terhadap! pengertian! lansia,!ibadah,!ibadah!online,!dan!persekutuan!dengan!cara!mempelajari!dokumen!atau!hasil!penelitian!terdahulu,!berbagai!buku! dan! jurnal!yang!berkaitan!dengan! judul.!!Kemu-dian,!penelitian!diarahkan!untuk!menunjukkan!relevansinya!ibadah!online!bagi!lansia!dalam! masa! pandemi! yang! membatasi! kehadiran! secara! fisik! dalam! persekutuan!ibadah!bersama!di!gedung!gereja.!PEMBAHASAN Lansia&Lanjut&Usia&Lanjut! usia! menurut! UU! Nomor! 13! Tahun! 1998! adalah! seseorang! yang! telah!mencapai!usia!60!enam!puluh!tahun!ke!atas.!Berdasarkan!data!statistik!yang!dipubli-kasikan! oleh! BPS! Badan! Pusat! Statistik! Indonesia! tahun! 2019,! persentase!lansia!Indonesia!meningkat!sekitar!dua!kali!lipat!1971-2019,!yakni!menjadi!9,6!persen!25!juta-an! di! mana! lansia! perempuan! sekitar! satu! persen! lebih! banyak! dibandingkan!lansia!laki-laki!10,10!persen!banding!9,10!persen.!Sedangkan!populasi!lansia!di!dunia!pada!tahun!2017!mencapai!962!juta!menurut!data!dari!UN!United!Nation!–!Economic!&!Social!Affairs.!!Menurut!Elizabeth!B.!Hurlock,!masa!dewasa!lanjut!Masa!Tua/Older&Adult!ialah!periode!penutup!dalam!rentang!hidup!seseorang.!Masa!ini!dimulai!dari!umur!60!tahun!sampai! akhir! hayat,! yang! ditandai! oleh! adanya! perubahan! yang! bersifat! fisik! dan!psikologis!yang!semakin!menurun.!Adapun!ciri-ciri!yang!berkaitan!dengan!penyesuai-an!pribadi! dan! sosialnya! sebagai! berikut!perubahan! yang! menyangkut! kemampuan!motorik,!kekuatan! fisik,!perubahan!dalam!fungsi!psikologis,!perubahan!dalam!sistem!saraf,!dan!penampilan.!Dalam!bukunya!Psikologi!Perkembangan,!Diane!E.!Papalia!juga!mengelompokkan!lansia,!menjadi!tiga!kelompok,!yaitu!“lansia!muda”!young&old!berusia!65!sampai!74!tahun,!“lansia!tua”!old&old!berusia!75!sampai!84!tahun,!dan!“lansia!tertua”!oldest&old!berusia!lebih!dari!85!tahun!ke!atas.!Pada!masa!lansia!ini,!kesehatan!fisik,!mental!dan!kognitif!mulai!menurun!dan!mengalami!kesulitan!dalam!mengelola!aktivitas!fisik!dan!berkurang!dalam!kegiatan!sosialnya!dibandingkan!pada!masa!muda.!Pada!lansia,!selain!terjadi!perubahan!dalam!fisik,!psikologis,!sosiologis!ternyata!!!United!Nations,!World+Population+Ageing+2017+Highlights,!Department+of+Economic+and+Social+Affairs,!Department.!United!Nations,!2017;!BPS,!Statistik+Penduduk+Usia+Lanjut+2019,!Badan+Pusat+Statistik,!2019,! KHARISMATA Jurnal Teologi Pantekosta, Vol 4, No 2, Januari 2022 !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 359 !juga!mengalami! perubahan!spiritualitas.! Perubahan! spiritualitas! ini! ditandai! dengan!adanya! perubahan! minat! dan! sikap! terhadap! kegiatan! keagamaan.! Hal! ini! terjadi!karena! para! lansia! melihat! banyak! teman! sebayanya! yang! sudah! meninggal! dunia!menjadikan!!mereka!termotivasi!untuk!tertarik!dan!menekuni!kegiatan!keagamaan.!!!Minat!untuk! turut! serta! dalam! aktivitas!spiritualitas! ini!menjadi! terbatas! pada!masa!pandemi!karena!mereka!menjadi!terisolasi,!tidak!dapat!mengikuti!ibadah!on-site!di! gedung! gereja.! Hal! ini! berdampak! negatif! bagi! kaum! lansia! baik! secara! spiritual!maupun! sosial! dan! menjadi! masalah! yang! cukup! serius! bagi! mereka.! Kaum! lansia!mendapat!perhatian!dari!pemerintah!dalam!masa!new& normal! ini,! karena!pada!masa!pandemi!ini,!lansia!akan!mengisolasi!diri!untuk!"waktu!yang!sangat!lama"!karena!penu-runan!kemampuan!fisik!untuk!melawan!virus!dan!besarnya!faktor!resiko!kematian!bila!terinfeksi!sangat!besar.!!Di!sisi!lain!diketahui!bahwa!isolasi!sosial!di!antara!orang!dewa-sa!yang!lebih!tua!adalah!"masalah!kesehatan!masyarakat!yang!serius”.!Karena!pening-katan!resiko!kardiovaskular,!autoimun,!neurokognitif,!dan!masalah!kesehatan!mental!kecemasan,!stres,!depresi!dan!perasaan!negatif!lainnya.!Kaum!lansia!yang!menghadapi!risiko!lebih!tinggi!tertular!Covid-19!menjadi!lebih!sering!tinggal!di!rumah!sehingga!besar!kemungkinan!mereka!merasa!kesepian.!Belum!lagi!minimnya!akses!untuk!berjumpa!keluarga!dan!teman.!!Isolasi!pada!kaum!lansia!ini,!yang!akan!menimbulkan!keterbatasan!dalam!aktivitas!sosial!perlu!diperhatikan!karena!kesepian!yang!dialami!dapat!menimbulkan!masalah!dalam!kecemasan,!stres!maupun!depresi.!Kesepian!adalah! perasaan!tersisihkan,! terpencil! dari!orang! lain!karena! merasa!berbeda!dengan!orang!lain,!tersisih!dari!kelompoknya,!merasa!tidak!diperhatikan!oleh!orang-orang!disekitarnya,!terisolasi!dari!lingkungan,!serta!tidak!ada!seseorang!tempat!berbagi!rasa!dan!pengalaman!Sampao,!2005.!Berdasarkan!penelitian!yang!dilaku-kan!oleh!Ulfi!Bini’Matillah!dkk!dalam!“Hubungan!Spiritualitas!dengan!Kesepian!pada!Lansia!di!UPT!Pelayanan!Sosial! Tresna! Werdha!PSTW”,!ditemukan!bahwa!semakin!tinggi!spiritualitas!maka!semakin!rendah!tingkat!kesepian.!Spiritualitas!sebagai!energi!yang! menghubungkan! masa! lanjut! usia! untuk! mengenal! dirinya! lebih! dalam! dan!merasa!terhubung!dengan!Tuhan!dan!alam!semesta!sehingga!memunculkan!perasaan!damai!dan!bahagia.!Penurunan!secara!kognitif!pada!kaum!lansia!juga!menjadi!salah!satu!hambatan!untuk!dapat!menyesuaikan!diri!dalam! perubahan,! salah! satunya! pemanfaatan! tekno-logi!online! untuk! beribadah! tidak! mudah! dipelajari! dan!dinikmati! oleh! kaum! lansia.!!Penurunan!daya!kognitif!ini!mengakibatkan!kaum!lansia!memiliki!kemampuan!belajar!yang! menurun! dibandingkan! kaum! muda.! Kaum! lansia! yang! mengalami! penurunan!!!Elvin!Paende,!Pelayanan+terhadap+jemaat+lanjut+usia+sebagai+pengembanggan+pelayanan+kategorial,!Missio!Ecclesiae,!82,!Oktober!2019,!93-115.!!Dyah!Siti!Septiningsih,!Tri!Na’imah,!“Kesepian+pada+lanjut+usia+studi+tentang+bentuk,+faktor+pencetus+dan+strategi+koping”,+FakultasPsikologiUniversitasMuhammadiyahPurwokerto.!!Ulfi!Bini’Matillah,!Latifa!Aini!Susumaningrum,!Muhamad!Zulfatul!A’la,!Hubungan!Spiritualitas!dengan!Kesepian!pada!Lansia!di!UPT!Pelayanan!Sosial!Tresna!Werdha!PSTW,!e-Jurnal!Pustaka!Kesehatan,! L. Danita, M. E. Yanti Kajian tentang Ibadah Online bagi Kaum Lansia… !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 360 kemampuan!kognitif!ini!dapat!!pula!mengalami!kecemasan!literasi!dalam!penggunaan!sumber!daya!digital.!!Kecemasan!literasi!yang!dimaksud!adalah!sulitnya!memahami!istilah-istilah! yang! digunakan! dalam! penggunaan! perangkat! atau! program! aplikasi!untuk!mengikuti!pada!ibadah!online.!Ibadah&Kata! ibadah! dalam! bahasa! Inggris! “worship”! berasal! dari! istilah! Anglo-Saxon!“weorthscipe”! –! “worth”! dan! “ship”! –! berarti! seseorang! yang! layak! untuk! menerima!pujian! dan! hormat.! Saat! kita! beribadah,! kita! sedang! memproklamirkan! kelayakan!Allah.! ! Kata! Ibrani! dalam! Perjanjian! Lama! yang! diterjemahkan! “worship”! adalah!“shachah”,! yang! berarti! sujud! menyembah,! artinya! sikap! hormat,! dan! merendahkan!diri!dari! tubuh! maupun! pikiran! seseorang.! Kata! Yunani! dalam!Perjanjian! Baru! yang!sering! diterjemahkan! sebagai! ibadah! adalah! “proskuneo”! yang! artinya!secara! literal!adalah! “mencium! tangan”! atau! “merendahkan! diri”! terhadap! orang! lain! karena!hormat.!Ibadah! merupakan! hal! yang! prinsip! dalam! kehidupan! orang! Kristen.! Ibadah!merupakan!ungkapan!iman!orang!percaya!dalam!bentuk!ritual!dan!liturgi.!!Namun!iba-dah!juga!dapat!diekspresikan!dalam!banyak!hal.!!Setidaknya!Alkitab!banyak!menga-jarkan!tentang! bagaimana!seharusnya! ibadah!dilakukan,! selain!kegiatan! liturgi!yang!ada!di!dalam!sebuah!gedung!gereja.!!Contohnya!seperti!apa!yang!disebut!oleh!Roma!121,! tentang! ibadah! yang! sejati.! Pengertian! ibadah! sejati! ini! harus! dimaknai! dalam!kehidupan!orang!percaya!secara!komprehensif,!di!mana!setiap!tindakan!orang!percaya!merupakan!bentuk!ibadah!kepada!Allah.!Menurut!Calvin,!ibadah!adalah!satu! kesatuan! dengan! pokok-pokok!ajaran!yang!mendasar!dan!melalui!ibadah!ajaran!itu!disampaikan!kepada!umat.!Apa!yang!diyakini!Gereja! mengenai! imannya! harus! bisa! diungkapkan! kepada! jemaat! dalam! kegiatan!ibadah.!!Ajaran!Calvin!bahwa!ibadah!itu!adalah!bekerja!laborare&est&orare!membuat!manusia!harus!mempertanggung-!jawabkan!segala!sesuatu!yang!telah!diberikan!Allah!atau!dalam!kata!lain!manusia!bekerja!keras!untuk!memuliakan!Allah.!Makna!ibadah!adalah!berbicara!mengenai!pengalaman!perjumpaan!dengan!Allah.!!Persekutuan,! pertemuan,! perjumpaan! secara! sadar! dengan! Allah! melalui! Anak-Nya,!Yesus! Kristus! sangat! menggetarkan! hati,! dan! mampu! mengubahkan! seseorang! dari!dalam.!Mengalami!kehadiran!Allah!dalam!ibadah,!memahami!betapa!besar!kasih!Allah,!semakin!mengenal! siapakah! Allah,!merupakan! saat-saat! yang!sangat! berarti.! Ibadah!bukan!sekedar!mendengarkan!pengkhotbah!atau!menyanyikan!lagu-lagu!rohani,!tetapi!!!Seyyed!Mohammad!Hossein!Javadi!and!Nasim!Nateghi,!“Coronavirus!and!Its!Psychological!Effects!on!Elderly!Population,”!Disaster+Medicine+and+Public+Health+Preparedness!2020!1–2.!!Debora!Nugrahenny!Christimoty,!“Teologi!Ibadah!dan!Kualitas!Penyelenggaraaan!Ibadah!Sebuah!Pengantar”,!PASCA!Jurnal+Teologi+dan+Pendidikan+Agama+Kristen,!Volume!15,!Nomor!1,!April!2019.!!Sabariah!Zega,!“Refleksi!Teologis!tentang!Makna!Ibadah!yang!Sejati”,!Voice!of!HAMI!Jurnal!Teologi!dan!Pendidikan!Agama!Kristen!Volume!3,!No!1,!Agustus!2020!28-38.!!Susanto!Dwiraharjo,!“Konstruksi!Teologis!Gereja!Digital!Sebuah!Refleksi!Biblis!Ibadah!Online!Di!Masa!Pandemi!Covid-19,”!EPIGRAPHE+Jurnal+Teologi+dan+Pelayanan+Kristiani+4,!no.!1!2020!1–17.!!!Ibid.! KHARISMATA Jurnal Teologi Pantekosta, Vol 4, No 2, Januari 2022 !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 361 !suatu!pengalaman!perjumpaan!dengan!Kristus.!!Ibadah! adalah! persekutuan! bersama! dengan! Allah! dan! persekutuan! bersama!dengan!orang!percaya.!!Bersama!dengan!Allah,!berarti!melakukan!ibadah!bukan!untuk!menyenangkan! hati! manusia! melainkan! untuk! menyenangkan! hati! Tuhan,! sebab!ibadah! itu! untuk! memuji! dan! memuliakan! nama-Nya.! Seperti! yang! di! katakan! John!Stott! bahwa,! ibadah! yang! menyukakan! Allah! adalah! yang! batiniah! bukan! lahiriah,!pujian!dari!hati!bukan!sekadar!dari!bibir,!dan!yang!spiritual!bukan!yang!seremonial.!!Menurut!John!Stott,!Ibadah!sejati!adalah!ibadah! jemaat! kolektif!,!seperti!yang!dika-takan!dalam!Ibrani!1025”Janganlah!kita!menjauhkan!diri!dari!pertemuan-pertemuan!ibadah!kita,! seperti!dibiasakan!oleh!beberapa!orang,!tetapi!marilah!kita!saling!mena-sihati,!dan!semakin!giat!melakukannya!menjelang!hari!Tuhan!yang!mendekat”.!!Perse-kutuan!bersama!dengan!orang-orang!percaya!merupakan!kumpulan!umat!Allah!yang!hidup!dalam! kekudusan,! suci,! takut!akan!Tuhan,!mengasihi!sesama!dan!yang!disebut!umat! pilihan.! Persekutuan! orang-orang! percaya! merupakan! sebuah! pengaruh! besar!bagi!lingkungan!di!mana!umat!itu!berada,!sebab!persekutuan!itu!adalah!sebuah!kegia-tan!untuk!menyembah!Tuhan!dan!beribadah.!Tujuan!beribadah!adalah!untuk!memuliakan!Tuhan! yang! kudus!dan!kehidupan!yang! diubahkan! melalui! kebenaran! Firman! Allah! yang! disampaikan.! Ibadah!sebagai!salah!satu!penunjang!dari!spiritualitas,!bagi!kaum!lansia!juga!merupakan!sarana!yang!penting!dalam! mewujudkan! sikap! positif! terhadap! kehidupan.! ! Dari! penelitian! yang!dilakukan! Joanna! Malone! dan! Anna! Dadswell!di! Inggris,! menunjukkan! di! mana!agama,!spiritualitas! dan/atau! kepercayaan!memanifestasikan! dirinya! dalam!kehidu-pan!sehari-hari! para!lansia! dan!mempengaruhi! pengalaman!mereka! menua!menjadi!lebih!positif.!!Hasil!penelitian!itu!menyoroti!pentingnya!agama,!spiritualitas!dan/atau!kepercayaan! yang! terus! berlanjut! walaupun! sifat! agama! berubah;! sifat! pribadi! dan!interpersonal!dari!agama,!spiritualitas!dan/atau!kepercayaan!untuk!kaum!lansia!tua;!pengaruh!positif!yang!dimilikinya!sebagai!sumber!kekuatan,!kenyamanan!dan!harapan!pada!saat!dibutuhkan;!rasa!kebersamaan!dalam!komunitas!yang!dapat!diberikan!pada!saat!meningkatnya!risiko!kesepian!dan!isolasi!sosial;!dan!kemungkinan!untuk!mema-sukkan! agama,! spiritualitas! dan/atau! kepercayaan! ke! dalam! pendekatan! yang! lebih!holistik!terhadap!kesehatan,!kesejahteraan,!dan!kehidupan!lansia.!Ibadah&Online& &Kehadiran!di!Gereja!adalah!salah!satu!dasar!kehidupan!spiritual!yang!terkait!de-ngan! penyembahan,! persekutuan,! pemuridan,! pelayanan,! dan! misi! Warren,! 1995!dalam!Bryson,!Andres!&!Davies,!2020.!!Kata!gereja!memiliki!banyak!arti,! yaitu! ge-!!Ibid.!!John!Stott.!Khotbah+di+Bukit.+Jawa!Timur!Literatur!Perkantas,!2014,!172.!!!John,!Stott.!The+Living+Church.+Jakarta!BPK!Gunung!Mulia,!2016,!23.!!Sabariah!Zega,!“Refleksi!Teologis!tentang!Makna!Ibadah!yang!Sejati”,!Voice!of!HAMIJurnal!Teologi!dan!Pendidikan!Agama!Kristen!Volume!3,!No!1,!Agustus!2020!28-38.!!The!Role!of!Religion,!Spirituality!and/or!Belief!in!Positive!Ageing!for!Older!Adults!!!John!R.!Bryson,!Lauren!Andres,!and!Andrew!Davies,!“COVID-19,!Virtual!Church!Services!and!a!New!Temporary!Geography!of!Home,”!Tijdschrift+voor+Economische+en+Sociale+Geografie!111,!no.!3!2020!360–372,! L. Danita, M. E. Yanti Kajian tentang Ibadah Online bagi Kaum Lansia… !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 362 dung,!institusi,!dan!jemaat.!Penutupan!gedung!gereja!mencegah!jemaat!untuk!terlibat!kebersamaan! ibadah,! pelayanan! pastoral! dan! kegiatan! kongregasi! lainnya! melalui!kehadiran!bersama!di!tempat!ibadah!yang!sama.!!COVID-19! mendorong! kegiatan! ibadah! di! gereja,! berubah! menjadi! ibadah! di!rumah! yang! terhubung! untuk! berbagi! dalam! ibadah! bersama.! ! Kegiatan! ibadah! ini,!sering! dinamai! ibadah& online!atau! virtual! yang! terputus! dari! gedung! gereja,! para!penyembah! hadir! bersama! dalam! pengalaman,! dan! pada! waktunya,! namun! tidak!secara!bersama-sama! hadir!dalam!satu!tempat.!Munculnya!berbagai!teknologi!media!yang! terjadi! pada! masa! kini,! yang! turut! mempengaruhi! cara! berkomunikasi! sehari-hari,!menjadi!jalan!keluar!yang!memadai!pada!masa!pandemi!untuk!digunakan!dalam!peribadahan.! Perubahan! teknologi! media! digital! menimbulkan! budaya! konvergen,!yang! juga! mempengaruhi! ibadah! gereja! terutama! bagi! kaum! lansia! yang! selama! ini!tidak!tersentuh!perubahan!ini!secara!signifikan!sebelum!masa!pandemi.!Menurut! penelitian! di! USA,! terkait! dengan! pola! perubahan! dalam! komunikasi,!volume! layanan! gereja! online! terus! meningkat! Estes,! 2009;! Hutchings,! 2007! dalam!Russell,!2016.!Studi!ini!meneliti! pengalaman! gereja! virtual,! yang! berkaitan! dengan!orang!tua!yang!memilih!untuk!bergabung!dengan!layanan!gereja!telekonferensi!virtual,!untuk! mengeksplorasi! dampak! dari! model! perubahan! akses! kehadiran! di! gereja!tradisional!kehadiran!fisik!di!tempat!ibadah.!!Kemajuan! teknologi! di! dunia! barat! yang! lebih! dini! dibandingkan! di! Indonesia,!sudah!menjadi!hal!yang!lumrah!dalam!kegiatan!ibadah!online&bagi!kaum!lansianya.!!Dan!menjadi!suatu!keuntungan!bagi!mereka!yang!mengalami!kesulitan!dalam!hal!mobilitas,!misalnya! sakit,! kelemahan! fisik,! atau! perjalanan! ke! gereja! yang! beresiko,! di! mana!pengalaman!spiritual!melalui!ibadah!online!sangat!penting!untuk!kesejahteraan!mere-ka!Arcury,!Quandt,! McDonald,! &!Bell,!2000! dalam! Russell,!2016.!Pengaruh!positif!dari! penggunaan! teknologi! untuk! menciptakan! dunia! virtual! menjadikan! komunitas!virtual! pun! mulai! berkembang,! termasuk! komunitas! ibadah! online.! Inovatif! dengan!penggunaan!teknologi,!selalu!diusahakan!agar!ibadah!online&dapat! memengaruhi! pe-ngalaman!spiritual! virtual.!Penelitian! yang! dilakukan! oleh! Pew! Internet! &!American!Life!Project!menunjukkan!bahwa!83%!dari!mereka!yang!menanggapi!survei!mengata-kan! bahwa! penggunaan! Internet! telah! membantu! kehidupan! jemaat! Internet! &!Project,!2000!dalam!Kaburuan,!Cheng!&!Jeng,!2011.!!Dalam!masa! pandemi!ini,! layanan! ibadah! online! menjadi! alternatif! yang!paling!diutamakan!oleh!gereja-gereja!di!Indonesia,!untuk!menjangkau!jemaatnya!untuk!dapat!tetap!beribadah.!!Dan!menurut!BRC!Bilangan!Research!Center,!melalui!hasil!temuan!!!Sonia!L.!Russell,!“Effects!of!a!Virtual!Church!on!the!Perceived!Spiritual!Well-Being!of!the!Elderly!A!Qualitative!Study!of!Participants!in!a!Virtual!Religious!Community”!St.!John!Fisher!College,!2016,! KHARISMATA Jurnal Teologi Pantekosta, Vol 4, No 2, Januari 2022 !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 363 !survei! nasional!di! Indonesia,! mengenai! Pelayanan! dan! Dinamika! Gereja! Selama!Pandemi!Covid-19,!untuk!data!bulan!April!dan!Mei!2020,!menemukan!bahwa!- Gereja! di! Indonesia! tidak! siap! menghadapi! pandemi! COVID-19,! tetapi!beradaptasi! dengan! cepat! selama! 3! bulan! pandemi! COVID-19! terjadi!kenaikan! jumlah! viewer!ibadah! online! bulan! Mei! 2020! dibandingkan! bulan!April!2020.!- Kecepatan!Proses! Digitalisasi! Pelayanan! Jabodetabek! dan! Jawa!lebih! cepat!dibandingkan! di! luar! Jawa;! Gereja! Besar,! Gereja! Aliran! Pantekosta! atau!Kharismatik!lebih!cepat!daripada!Gereja!aliran!Mainstream!&!Injili.!- Menurut!Hamba!Tuhan,!tingkat!spiritualitas!jemaat!selama! pandemi!COVID-19! mengalami! kenaikan,! sama! saja,! mengalami!penurunan!dan! Ada! hubungan! antara! spiritualitas! dengan! kesiapan! gereja! melakukan!digitalisasi!pelayanan.!- Gereja!yang! memiliki! jumlah!persentase! anak! muda! yang! lebih! besar,! akan!cenderung! memiliki! komisi! digital! serta! peningkatan! aset! digital! selama!pandemi!COVID-19.!- Dengan!melakukan!pengukuran!digital!mindset!dan!perilaku!digital!terbentuk!empat!4!segmen!Hamba!Tuhan!beserta!besaran!setiap!segmennya.!!Keempat!segmen! tersebut! adalah,! Ignorant! Reactive! Climber! Jumlah!anggota!jemaat! yang! ikut!ibadah! online!di! gerejanya!atau!sinodenya!sendiri! cenderung! lebih! sedikit! dari! jumlah! kehadiran! sebelum! pandemi!COVID-19.! ! Gereja! kecil! ternyata! memiliki! persentase! kehadiran! anggota!jemaat!pada!ibadah!online!yang!lebih!tinggi!daripada!gereja!besar.!!Hasil!dari!penelitian!BRC!ini!menggambarkan!bahwa!kemampuan!gereja!untuk!mengantisipasi! dan! berinovasi! dalam! penggunaan! teknologi! digital! akan! sangat!membantu!pelayanan!gereja!pada!masa!pandemi!ini.!!!Dukungan!dari!tim!digital,!hamba!Tuhan,! penatua! maupun! aktivis! yang! saling! berkolaborasi! tentunya! membawa!pelayanan! gereja! lebih! efektif! dan! mencapai! pertumbuhan! spiritualitas! jemaat! yang!lebih!baik.!! Gereja! dapat! memanfaatkan! tekonologi! untuk! meningkatkan! spiritualitas!jemaat,!dengan!membuat!strategi!pelayanan!offline&to&online!dengan!bantuan!sumber!daya! manusia,! terutama! anak-anak! muda! yang! lebih! lekat! dengan! penggunaan!teknologi!sehari-hari.!!Selain!itu!pelatihan!kepada!hamba!Tuhan!dalam!hal!peningkatan!skill!digital!untuk!meningkatkan!penggembalaan.!!Gereja!mengevaluasi!hal-hal!esensial!untuk!meningkatkan!spiritualitas!jemaat,!diantaranya!adalah!peningkatan!pelayanan!keluarga,!terlebih!bagi!kaum!lansia.!!!Bilangan!Research!Center,+Pelayanan+dan+Dinamika+Gereja+Selama+Pandemi+Covid-19,!seminar!online!zoominar.! !Bilangan!Research!Center,+Pelayanan+dan+Dinamika+Gereja+Selama+Pandemi+Covid-19,! L. Danita, M. E. Yanti Kajian tentang Ibadah Online bagi Kaum Lansia… !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 364 !Tinjauan&Ibadah&Online&bagi&Lansia&di&Masa&Pandemi&New&Normal&Dalam! masa! pandemi! COVID-19,! ketahanan! iman! dalam! meningkatkan! persis-tensi! dan! eksistensinya! dalam! memperjuangkan! iman! di! tengah! realitas! sosial! yang!ada,!tetap!dibutuhkan.!!Dengan!situasi!bagaimanapun,!Gereja!tetap!menjaga!pelayanan!tetap! berjalan! demi! kelanjutan! spiritualitas! jemaat,! khususnya! dalam! era! pandemi!korona! oleh! Hasahatan! Hutahaean! dkk,!dengan!metode!penelitian! fenomenologi,! pendekatan! kualitatif,! pada! tahun! 2020!dengan! seratus!responden! dari! empat! jemaat! gereja! yang! mengadakan! ibadah! di! rumah.! Dalam!penelitian!ini! dapat! disimpulkan!bahwa!pengiriman!ibadah!melalui!berbagai!aplikasi!ibadah!online!menjadi!cara!untuk!memudahkan!umat!dalam!menjalin!persekutuan!di!dalam!Kristus!yang!selama!masa!pandemi!ini!mendapat!halangan!dalam!beribadah!on-site!di!Gereja.!!Meskipun!situasi!ini!tidak!memberi!ruang!gerak!yang!bebas!dalam!beri-badah!karena!mobilitas!dan!pertemuan-pertemuan!dibatasi,!namun!dalam!kehidupan!imannya!tidak!terganggu!secara!langsung.!Diskontinuitas!pandemi!dengan!spiritualitas!tergambar!dengan! jelas!dari! hasil! penelitian.!Melalui!ibadah! online& di& rumah,! masa!pandemi!tidak!menjadi!penghalang!dalam!pertumbuhan!spiritualitas!jemaat.!Bagi! lansia,! aktivitas! yang! menyangkut! hal! spiritualitas! adalah! sangat! penting!dan! larangan! untuk! beribadah! on-site! menjadi! hambatan! untuk! berkegiatan! sosial!dengan! sesama! jemaat! maupun! beribadah! mempertahankan! kehidupan! rohaninya.!!Untuk!itulah!ibadah!online&!menjadi!sangat!penting!dan!menjadi!jalan!keluar!terutama!bagi!kaum!lansia!yang!memiliki!keterbatasan!mobilitas!pada!saat!pandemi!ini.!Dengan!demikian,!keuntungan!dari!teknologi!digital!melalui!sosial!media!sebaiknya!dimanfa-atkan! setinggi-tingginya! untuk! membangun! sebuah! hubungan! dan! yang! lebih! luas!adalah!jaringan;!intinya!sosial!media!digunakan!untuk!menghubungkan!seorang!akan!yang! lain.!Tidak! luput! pula! dalam! masa! pandemi! New& Normal& ini,! kaum! lansia!“terpaksa”! menggunakan! teknologi! ini! untuk! melakukan! kegiatan! ibadahnya! secara!online.! ! Di! Indonesia,! penggunaan! ibadah! online! bagi! lansia! merupakan! hal! baru,!sehingga!pada!masa!pandemi!ini! ada! jarak!waktu!penyesuaian!yang!cukup! sulit!bagi!kaum!lansia!untuk!melakukan!ibadah!online!dari!tempat!tinggalnya.!Merekalah!yang! paling!merindukan! untuk! kembali! beribadah! di! gedung! gereja!dan!merasakan!ibadah!maupun!persekutuan!secara!fisik.!!Dan!selama!masa!pembata-san!ibadah! di! ruang! gereja! inilah! yang! merupakan! masa-masa! yang! sulit! bagi! kaum!!!Hasahatan!Hutahaean,!Bonnarty!Steven!Silalahi,!and!Linda!Zenita!Simanjuntak,!“Spiritualitas!Pandemi!Tinjauan!Fenomenologi!Ibadah!Di!Rumah,”!Evangelikal+Jurnal+Teologi+Injili+dan+Pembinaan+Warga+Jemaat!4,!no.!2!2020!235–250,! KHARISMATA Jurnal Teologi Pantekosta, Vol 4, No 2, Januari 2022 !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 365 !lansia.!Hal!ini!terutama!dalam!menggunakan!perangkat!gawai!maupun!TV!pintar!untuk!mengikuti! live& streaming& atau! Ibadah! online! yang! menggunakan! teknologi! internet!maupun!program!aplikasi!telekomunikasi!audio!dan!visual.!Perubahan!media!tekno-logi! yang! terjadi! mendorong! adaptasi! dalam! kepiawaian! menggunakannya,! tidak!terlepas! juga! bagi! kaum! lansia! pada! saat! ini.! Lansia! menjadi! kelompok! yang! rawan!tereksklusifkan! dari! aktivitas! penggunaan! internet! secara! umum! dan! media! sosial!secara!khusus!karena!generasi!ini!tumbuh!jauh!sebelum!teknologi!itu!ditemukan.!Hambatan!bagi!lansia!untuk!menggunakan!media!sosial!terungkap!dalam!pene-litian!yang!dilakukan!Lee,!Chen,!dan!Hewitt!2011,!h.!1234-1235!terhadap!243!lansia!di! Ohio,! mengungkapkan! empat! dimensi! yang! menghambat! penggunaan! teknologi!internet! di! kalangan! lansia,! yakni! dimensi! intrapersonal,! fungsional,! struktural,! dan!interpersonal.!Dimensi!intrapersonal!menyangkut!hal-hal!psikologis,!seperti!motivasi,!kecemasan,! ketakutan,! dan! persepsi! bahwa! internet! hanya! menyediakan! kegiatan!hiburan!bagi!anak!muda.!!Dimensi!fungsional!yakni!kondisi!fisik,!seperti!penglihatan!menurun,! menderita! penyakit! arthritis,! dan! berbagai! keterbatasan! fisik! lain! yang!berkaitan! dengan! faktor! internal! lansia.! Sementara! itu,! contoh! dimensi! struktural!adalah!ketidakmampuan!finansial!untuk!mengakses!biaya!internet.!Sedangkan!dimensi!interpersonal!yaitu!tidak!adanya!dukungan!dari!lingkungan!sekitar!dan!hal!lain!di!luar!dirinya!yang!menimbulkan!hambatan!bagi!lansia!untuk!mengakses!internet.!Dalam!penelitian!yang!dilakukan!Friemel!2014,!h.!313,!mengenai!faktor-faktor!yang!mendorong! lansia!mempelajari! internet!pada! 1105!responden! di!Swiss! menje-laskan! bahwa! faktor! konteks! sosial! dan! faktor! individual! memiliki! peran! signifikan!dalam!mendorong!lansia!menggunakan!teknologi!ini.!Konteks!sosial!berarti!dukungan!dan!semangat!yang!diberikan!orang!lain!pada!lansia!yang!berada!di!suatu!lingkungan!sosial!tertentu!untuk!menggunakan!internet,!sedangkan!faktor!individual!merupakan!pandangan! yang! menjelaskan! bahwa! media! ini! merupakan! kebutuhan,! sehingga!motivasi!diri!membuat!lansia!rela!mempelajari!media!ini!secara!otodidak.!Untuk!itu!agar! para! lansia! dapat! turut! serta! menikmati! dan! merasakan! ibadah! online!dengan!baik,! harus! didukung! dengan! bantuan! dari! sekeliling! baik! dari! keluarga! terdekat!maupun!rekan-rekan! jemaat! gereja!yang! lebih! muda! atau! sebaya.!Dengan!membe-rikan!pendampingan! dan! pelatihan! sederhana,! sehingga! lansia! termotivasi!dan! mau!belajar!serta! mampu!untuk! melakukan!langkah-langkah! penggunaan!dawai! maupun!TV!untuk!mengikuti!ibadah!online.!Hal-hal! yang! berkenaan! dengan! peningkatan! kemampuan! para! lansia! dalam!mengikuti!ibadah! online! haruslah! menjadi! perhatian!gereja-gereja,! sehingga! mereka!dapat!turut!terlibat!dan!menikmati!persekutuan!dengan!jemaat!lain,!baik!dalam!ibadah&!!Rizqi!Ganis!Ashari,!“Memahami!Hambatan!dan!Cara!Lansia!Mempelajari!Media!Sosial”,!Jurnal+Ilmu+Komunikasi!15,!NOMOR!2,!Desember!2018!155-170.!!Ibid.!!Ibid.!!Bei!Wu,!“Social!Isolation!and!Loneliness!among!Older!Adults!in!the!Context!of!COVID-19!A!Global!Challenge,”!Global+Health+Research+and+Policy!5,!no.!27!2020,! L. Danita, M. E. Yanti Kajian tentang Ibadah Online bagi Kaum Lansia… !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 366 online!maupun!penggunaan!aplikasi!lain!yang!memungkinkan!mereka!berinteraksi!di!dalamnya.!!KESIMPULAN Tuntutan! ibadah! online!ini! bukan! sebuah! pilihan,! tetapi! keniscayaan.! Gereja!harus!berubah!seiring!dengan!perubahan!yang!terjadi!yang!pada!saat!ini!dikarenakan!pandemi!COVID-19.!Secara!umum!ada!hubungan!antara!spiritualitas!dengan!kesiapan!gereja! melakukan! digitalisasi! pelayanan! pada! masa! pandemi! COVID-19,! termasuk!dalam! pelayanan! ibadah! online.! Di! mana! gereja! yang! mengadakan! ibadah! online&membantu!mempertahankan!atau!meningkatkan!spiritualitas!jemaat!di!dalam!perse-kutuannya! untuk! memuji! dan! memuliakan! Tuhan.! Kaum! lansia! selalu! mengalami!kesulitan! terbesar! untuk! memupuk! motivasi! mempelajari! media! baru! yang! akan!digunakan!dan!mereka!selalu!merasakan!kecemasan!ataupun!kurang!motivasi.!!Gereja!perlu! mendorong! dilakukannya! program! pengenalan! dan! penggunaan! teknologi! ini!kepada!para!lansia,!agar!mereka!dapat!mengikuti!ibadah!online!dan!pelayanan!lainnya.!!Kebutuhan! kaum! lansia! dalam! hal! spiritualitas! tentu! sangat! penting! terutama! pada!masa!pandemi!yang!terisolasi!dan!mengalami!hambatan!untuk!bermobilitas.!Pendam-pingan! dan! pelatihan! yang! sederhana! perlu! dipikirkan! dan! dikembangkan! menjadi!salah! satu! cara! yang! memungkinkan!bagi! para! lansia! untuk! dapat! menguasai! gawai!sebagai!sarana!beribadah!online.! ! Sehingga!para!lansia!tidak!terisolasi!dan!berada! di!luar!persekutuan!maupun!pelayanan!gereja!selama!masa!pandemi!ini.!!!Setelah!kaum!lansia!menerima!vaksin!Covid-19,!apakah!gereja!akan!tetap!menga-dakan!ibadah!online!dan!mengijinkan!kaum!lansia!untuk!turut!serta!dalam!ibadah!on-site,!perlu!dikaji! ulang! secara!situasional! karena! varian!dari!virus! Covid-19! bermun-culan!lebih!cepat!dan!lebih!berbahaya!daya!penularannya.!REFERENSI Afandi,!Yahya.!“Gereja!Dan!Pengaruh!Teknologi!Informasi!Digital!Ecclesiology.’”!FIDEI&Jurnal&Teologi&Sistematika&dan&Praktika!1,!no.!2!2018!270–283.!BPS.!Statistik&Penduduk&Usia&Lanjut&2019.!Badan&Pusat&Statistik,!2019.! KHARISMATA Jurnal Teologi Pantekosta, Vol 4, No 2, Januari 2022 !Copyright© 2022, KHARISMATA, ISSN 2655-8645 online 367 !Faricha!Maulidya!dkk,!Periodesasi!Perkembangan!Dewasa,! ResearchGate has not been able to resolve any citations for this PaendeLanjut usia adalah mereka yang rata-rata telah memasuki usia 60 tahun ke atas. Dalam usia seperti ini setiap orang mengalami perubahan-perubahan yang mengarah pada kemunduran-kemunduran, baik dari segi fisik maupun rohani. Perubahan fisik akan mempengaruhi segi psikologis, sosiologis, dan pneumatologis para lanjut usia, sehingga mereka akan mengalami perasaan rendah diri karena merasa tidak mampu dan tidak berguna tersebut akan membuat mereka menutup diri, akibatnya mereka merasa kesepian. Masalah ini akan terasa lebih berat lagi oleh karena memang para lanjut usia akan ditinggalkan oleh anak-anak yang telah terpencar ke berbagai tempat untuk membangun rumah tangga sendiri sidron “sarang kosong”. Dalam keadaan demikian para lanjut usia cenderung untuk berdiam diri di rumah saja, suatu kondisi yang menjadi penyebab timbulnya masalah baru bagi para lanjut usia. Mereka akan menjadi asing bagi linkungan dan dilupakan orang, akibatnya mereka tertolak dan kehilangan harga diri. Oleh karena itu pelayanan gereja terhadap para lanjut usia haruslah ditempatkan sebagai satu pelayanan kategorial dan serius ditangani oleh pekerja dan hamba Tuhan khusus yang sungguh memahami persoalan atau permasalahan lanjut kategorial tersebut akan membuat gereja terikat secara moril pada penanganan yang serius dan bertanggung jawab terhadap para lanjut usia yang menjadi anggota jemaat. Itu berarti pelayanan kategorial akhirnya memberikan keseimbangan dalam perhatian dan aksi penatalayanan dalam seluruh gerak pelayanan gereja. Bei WuWe are experiencing a historical moment with an unprecedented challenge of the COVID-19 global pandemic. The outbreak of COVID-19 will have a long-term and profound impact on older adults’ health and well-being. Social isolation and loneliness are likely to be one of the most affected health outcomes. Social isolation and loneliness are major risk factors that have been linked with poor physical and mental health status. This paper discusses several approaches that may address the issues of social isolation and loneliness. These approaches include promoting social connection as public health messaging, mobilizing the resources from family members, community-based networks and resources, developing innovative technology-based interventions to improve social connections, and engaging the health care system to begin the process of developing methods to identify social isolation and loneliness in health care settings. Rizqi Ganis AshariThis article aims to understand the various barriers and experiences of elderlies in learning how to use social media as part of their lives. For that purposes, an in-depth interview was conducted through qualitative method with phenomenology approach on two senior informants in Semarang area. The results of the study indicate the elderly are experiencing 1 intrapersonal, 2 structural and 3 functional barriers. Intrapersonal barriers are overcome by social factors, whereas structural and functional obstacles are overcome by individual factors. It is also found that the overall elderly’s effort to adopt social media emerged out of necessity..The COVID‐19 pandemic and subsequent lockdown measures implemented by the United Kingdom government from 23 March 2020 led to unprecedented adaptations from individuals and communities including places of worship, their clergy and congregations. This paper through a multi‐disciplinary dialogue between human geography and theology explores the interrelations between place, space and the spiritual. It identifies the bricolage mechanisms that were developed rapidly by churches to shift towards providing virtual church services. This was an uncommon practice by Christian denominations in the UK. COVID‐19 changed the rules requiring new practices to emerge resulting in a new form of infrasecular space to emerge. Such rapid transformations through the provision of online services and virtual embeddedness blurred the lines between sacred and secular spaces. During virtual services, the minister’s home is temporally linked to the homes of congregants forming an intersacred space. Homes and spaces within homes are transformed into temporary sacred Nugrahenny ChristimotyOrang-orang Kristen percaya bahwa ibadah kepada Allah adalah penting dan perlu bagi kehidupan bergereja. Namun Dalam kenyataannya ibadah seringkali dilaksanakan secara kurang serius, baik secara sadar ataupun tidak. Nilai dari ibadah Kristen yang telah diakui sangat penting, pada saat ini telah mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat dari ketidakseriusan dalam perencanaan penyelenggaraan ibadah, misalnya tidak ada latihan sebelumnya, pelayan ibadah tidak serius mempersiapkan diri, tata ibadah tidak disiapkan sesuai tema. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena jemaat atau pemimpin gereja tidak memahami tentang teologi ibadah dan kualitas penyelenggaraan ibadah. Teologi ibadah Kristen adalah refleksi sistematis dari ajaran Alkitab mengenai ibadah, tentang berbagai macam bentuk ibadah, motivasi dan tujuan beribadah. Sedangkan kualitas penyelenggaraan ibadah dapat dinilai dari perencanaan ibadah, persiapan ibadah, relevansi ibadah, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan ibadah. Setiap pemimpin ibadah Kristen perlu memahami apa yang diajarkan oleh Alkitab tentang ibadah sehingga dapat menyelenggarakan ibadah yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi gambaran tentang teologi ibadah dan kualitas penyelenggaraan ibadah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode penelitian Penduduk Usia LanjutBPS. Statistik Penduduk Usia Lanjut 2019. Badan Pusat Statistik, 2019. Tetapkan COVID-19 Sebagai Pandemi, Apa Maksudnya?Yudah EkaSaputraEka Yudah Saputra. "WHO Tetapkan COVID-19 Sebagai Pandemi, Apa Maksudnya?" Kegiatan Di Rumah Ibadah Pada Masa Normal BaruFajar WhWH, Fajar. "Panduan Kegiatan Di Rumah Ibadah Pada Masa Normal Baru." Portal Information Indonesia.
Dalam syariat Islam dikenal berbagai keringanan hukum rukhsah untuk tidak berpuasa Ramadhan bagi orang-orang tertentu yang tidak mampu secara fisik atau mengalami kesulitan dan kepayahan dalam menjalankan puasa. Di antara orang yang mendapatkan keringanan itu adalah mereka yang sudah berusia lanjut. Mengenai hal ini, Al-Qur’an menjelaskan وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيِنٍ “Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin” QS. Al-Baqarah 184 Berdasarkan ayat di atas, hal yang wajib bagi orang berusia lanjut dan tidak mampu menjalankan puasa bukanlah melaksanakan ibadah puasa, tapi membayar fidyah satu mud makanan pokok 675 gram/6,75 ons untuk tiap hari puasa yang ditinggalkannya. Lantas, apa kriteria orang lanjut usia yang boleh tidak berpuasa lalu cukup menggantinya dengan membayar satu mud? Tentang ayat di atas, Syekh Zakaria al-Anshari menjelaskan bahwa maksud dari kata “orang yang berat menjalankan puasa” adalah orang tua yang sudah berupaya mencoba untuk berpuasa tapi ia tidak lagi kuat untuk menyelesaikan puasanya hingga waktu maghrib” Syekh Zakaria al-Anshari, Fath al-Wahhab, juz 1, hal. 213. Lebih spesifik lagi, yang dikehendaki dari orang lanjut usia adalah orang yang sudah berusia di atas 40 tahun yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa—sekiranya tatkala berpuasa maka ia akan mengalami tekanan fisik yang amat berat masyaqqah syadidah atau tekanan fisik yang tidak dapat ditanggung menurut standar umumnya masyarakat la tuhtamalu adatan. Berbeda halnya jika tekanannya sebatas rasa lapar dan lemahnya fisik yang masih dapat ditahan sebagaimana umumnya masyarakat, maka dalam kondisi demikian tidak boleh meninggalkan puasanya. Ketentuan ini seperti dijelaskan oleh Syekh Khatib asy-Syirbini والشيخ وهو من جاوز الاربعين والعجوز والمريض الذي لا يرجى برؤه إن عجز كل منهم عن الصوم بأن كان يلحقه به مشقة شديدة يفطر ويطعم عن كل يوم مدا “Orang tua renta—yakni orang yang usianya melebihi 40 tahun, wanita tua renta dan orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya—jika mereka tak mampu berpuasa, sekiranya akan mengalami kesulitan yang berat, maka ia boleh tidak berpuasa dan wajib bagi mereka memberi makan untuk tiap hari yang ditinggalkan sebanyak satu mud” Syekh Khatib asy-Syirbini, al-Iqna’ fi Hilli Alfadzi Abi Syuja’, juz 2, hal. 397. Sedangkan ketika pada waktu tertentu orang lanjut usia kembali kuat menjalankan ibadah puasa setelah sebelumnya tidak mampu, maka wajib baginya untuk kembali melaksanakan puasa pada hari di mana ia kuat melaksanakan ibadah puasa sampai selesai masuk waktu maghrib. Dalam kitab Hasyiyah al-Jamal dijelaskan والأظهر وجوب المد على من أفطر في رمضان للكبر كأن صار شيخا هرما لا يطيق الصوم في زمن من الأزمان وإلا لزمه إيقاعه فيما يطيقه فيه ومثله كل عاجز عن صوم واجب سواء رمضان وغيره لزمانة أو مرض لا يرجى برؤه أو مشقة شديدة تلحقه ولم يتكلفه انتهت. “Menurut qaul adzhar membayar satu mud wajib bagi orang yang tidak berpuasa karena faktor usia, seperti seseorang telah berusia lanjut dan pikun, tidak mampu menjalankan ibadah puasa dari waktu ke waktu. Jika ia mampu berpuasa pada waktu tertentu, maka wajib baginya untuk berpuasa pada saat itu. Hukum yang sama juga berlaku bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa wajib, baik puasa ramadhan atau puasa yang lain, karena faktor lumpuh atau sakit yang tak dapat diharapkan kesembuhannya atau karena faktor kesulitan yang amat berat yang menimpanya dan tak mampu ia menanggungnya” Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal, Juz 8, Hal. 278 Dan ia tidak berkewajiban mengqadha puasa yang sebelumnya pernah ditinggalkan, sebab telah terganti dengan pembayaran fidyah. Seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Haitami ولو قدر بعد على الصوم لم يلزمه قضاء كما قاله الأكثرون “Jika seseorang telah mampu berpuasa setelah tidak mampu menjalankannya, maka tidak wajib mengqadha puasa yang telah lalu, seperti halnya yang diungkapkan oleh mayoritas ulama” Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 3, Sedangkan ketika orang lanjut usia yang sudah tidak mampu untuk berpuasa, tidak mampu untuk membayar fidyah dengan memberi makanan satu mud kepada fakir miskin, maka dalam keadaan demikian ia tidak terkena kewajiban apa pun. Cukup memperbanyak istighfar atas ketidakmampuannya menjalankan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Hal demikian sesuai dengan keterangan dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh فإن كان عاجزاً عن الإطعام أيضاً فلا شيء عليه، و {لا يكلف الله نفساً إلا وسعها} وقال الحنفية يستغفر الله سبحانه، ويستقبله أي يطلب منه العفو عن تقصيره في حقه. “Jika seseorang juga tidak mampu memberi makan fakir miskin, maka tidak ada kewajiban baginya, dan Allah tidaklah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Ulama Hanafiyah berpandangan mengenai hal ini “Ia memohon ampun kepada Allah, dan meminta permohonan maaf atas kelalaiannya hak yang wajib baginya” Syekh Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, juz 3, hal. 117 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang lanjut usia yang tidak berkewajiban puasa tapi wajib menggantinya dengan membayar fidyah adalah orang yang berusia di atas 40 tahun yang sudah pernah mencoba untuk berpuasa namun tidak mampu untuk menyelesaikan puasanya hingga waktu maghrib. Sekiranya saat ia mencoba menguatkan diri untuk berpuasa, maka ia akan merasakan tekanan fisik yang amat berat atau tekanan fisik yang tidak dapat ditanggung oleh umumnya masyarakat. Idealnya orang lanjut usia mendapat pendampingan dari mereka yang masih muda. Penurunan fungsi organ yang secara alamiah orang lansia alami biasanya menjadi kendala fisik dan luput dari perhatian mereka sendiri. Apalagi bila disertai adanya gejala penyakit. Jika puasa memang betul-betul memberatkan, orang lansia boleh tidak puasa, sebab hal yang wajib baginya sudah bukan lagi berpuasa, tapi beralih menjadi membayar fidyah sebanyak satu mud. Wallahu a’lam. Ustadz M. Ali Zainal Abidin, Pengajar di Pondok Pesantren Annuriyah, Kaliwining, Rambipuji, Jember
Oleh Agung Sasongko, reporter Republika TV dari Madinah, Arab Saudi MADINAH – Fungsi rombongan dan regu dinilai memiliki peran penting. Peran tersebut sangat berharga bagi jamaah lanjut usia. Direktur Akademizi, Nana Sudiana, menilai dengan jumlah 11 sampai 12 orang dalam sebuah regu, apalagi bila dalam pengelolaan regu juga memasukan proporsi lansia dalam penyusunannya. Di luar itu, pengelompokan lansia yang dicampur dengan yang lebih muda-muda juga efektif menjaga kondisi para lansia agar tetap dalam pengawasan anggota regu atau anggota kamar hotelnya. "Para lansia ini, dengan didampingi yang lebih muda, akan selalu terpantau, termasuk dengan cepat akan terdeteksi bila ada permasalahan yang dialaminya," kata dia yang juga tengah melaksanakan ibadah haji dan tergabung dalam kloter SOC-10, Jumat 9/6/2023. Yang lebih muda, kata dia, dengan kemampuan dan kecepatannya akan segera berkomunikasi dengan pihak lain untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Persoalan jamaah tersasar atau tertinggal bisa jadi diawali karena kurang koordinasi antara sesama jamaah yang ada. Kerja sama antarjamaah juga diperlukan selama di hotel. Hal ini karena pada dasarnya fasilitas hotel, seperti lift, kamar mandi, mushola atau masjid dan lain sebagainya terbatas. "Padahal dengan jumlah penghuni dari jamaah haji yang banyak, semua harus antre atau bergantian menggunakannya," kata dia. Pelaksanaan haji tahun 2023 mengambil tagline "Haji Ramah Lansia". Sesuai data Siskohat 2023, saat ini ada sekitar jamaah haji lansia dengan usia 65 tahun ke atas. Jumlah ini menempati hampir mencapai angka 30 persen dari total jamaah haji 2023. Tim Promosi Kesehatan Promkes meminta jamaah haji mengatur waktu lebih intens antara ibadah dan istirahat jelang puncak ibadah haji. Menyeimbangkan istirahat dan ibadah akan membantu jamaah menjalani puncak ibadah haji di Makkah. Baca juga Mengapa Tuyul Bisa Leluasa Masuk Rumah? Ini Beberapa Penyebabnya Tri Andriani, Petugas Tim Promosi Kesehatan Promkes Daker Madinah mencontohkan, jamaah usai sholat Subuh dan Dzuhur sejenak istirahat. Lalu pada Ashar kembali ke masjid namun bawa perbekalan hingga cukup untuk Isya. Jika jamaah sholat Ashar ke masjid, maka bawalah bekal makakan seperti roti atau buah, sehingga jika pulang setelah insya tidak terasa perih," kata dia. Namun, apabila jamaah tidak mungkinkan lebih baik sholat di hotel. Dia mengharapkan stakeholder di dalam kloter, seperti ketua kloter, pembimbing ibadah, Karom, dan Karu menjadi duta promosi kesehatan. "Kita harap stakeholder tidak hanya fokus pada ibadah haji, namun juga menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan jamaah," katanya seraya meminta, jamaah yang usia produktif ikut menjaga jemaah usia lansia, baik saat ke masjid maupun di dalam kamar. Jamaah juga diminta sering minum dan menggunakan APD ketika ke masjid. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
mengapa orang usia lansia harus memperbanyak amalan ibadah